"telah jauh terpisah, diriku dan dirimu,
dalam ruang dan waktu,
sendiriku jalani sepiku, tanpa diriku,
resahku tanpa hadirmu,
sungguh berat hatiku untuk merasakannya"..
irama sixsenth yang berputar memenuhi ruang halwa telinga..lirik yang begitu meresap masuk ke seluruh jiwa zali..syahdu yang menjalar melingkar setiap genap hatinya yang masih keruan..bila memorinya menangkap gambaran tentang fantasi dingin malam beberapa hari lepas menerjah-nerjah kotak pemikirannya..
zali sedikit terbungkam dengan suasana yang menjerat rasionalnya, memaksa jerih tubuh kecilnya beroperasi lebih dari kebiasaan..mindanya dibukakan seluas-luas bagi menggapai kesimpulan pada persoalan yang semakin menjadi temannya saban hari..
"ayah dah cari jodoh untuk hang"..masih terngiang suara garau ayah menendang-nendang gegendangnya..
seperti di persimpangan, zali tersekat ditengah-tengah..ke kiri salah, ke kanan pun salah..puas bermonolog zali dengan suara-suara hati yang saling bertukar dan menggoyahkan pendiriannya..suara-suara yang terwujud di fantasinya begitu melemaskan dan saling berantakan..zali tenggelam dalam suara-suara yang semakin menguasai dirinya..zali keliru..
kekeliruan itu yang memaksanya untuk merangkak perlahan keluar dari gemelut yang membalut..
mencari jalan yang terbaik untuk dirinya dan diri empunya hati..
*bersambung..
dalam ruang dan waktu,
sendiriku jalani sepiku, tanpa diriku,
resahku tanpa hadirmu,
sungguh berat hatiku untuk merasakannya"..
irama sixsenth yang berputar memenuhi ruang halwa telinga..lirik yang begitu meresap masuk ke seluruh jiwa zali..syahdu yang menjalar melingkar setiap genap hatinya yang masih keruan..bila memorinya menangkap gambaran tentang fantasi dingin malam beberapa hari lepas menerjah-nerjah kotak pemikirannya..
zali sedikit terbungkam dengan suasana yang menjerat rasionalnya, memaksa jerih tubuh kecilnya beroperasi lebih dari kebiasaan..mindanya dibukakan seluas-luas bagi menggapai kesimpulan pada persoalan yang semakin menjadi temannya saban hari..
"ayah dah cari jodoh untuk hang"..masih terngiang suara garau ayah menendang-nendang gegendangnya..
seperti di persimpangan, zali tersekat ditengah-tengah..ke kiri salah, ke kanan pun salah..puas bermonolog zali dengan suara-suara hati yang saling bertukar dan menggoyahkan pendiriannya..suara-suara yang terwujud di fantasinya begitu melemaskan dan saling berantakan..zali tenggelam dalam suara-suara yang semakin menguasai dirinya..zali keliru..
kekeliruan itu yang memaksanya untuk merangkak perlahan keluar dari gemelut yang membalut..
mencari jalan yang terbaik untuk dirinya dan diri empunya hati..
*bersambung..






2 kOMen2 kAMu..:
Anak dara siapalah yang beruntung tu?
anon..
cerita masih belum tamat..nantikan kesudahan..hehe
Post a Comment